Laga yang digelar 2 September mendatang di Teheran
melaewan Iran. Kemudian pasukan Garuda akan menjamu Bahrain di Stadion
Glora Bung Karno, 6 September. Berikut jadwal pertandingan Timnas
Indonesia di ajang Pra-Piala Dunia 2014:
if you are alone, I'll be your shadow if you want to cry, I'll be your shoulder if you need to be happy, I'll be your smile But any time you need a friend, I'll just be me
Tampilkan postingan dengan label piala dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piala dunia. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Agustus 2011
Jadwal Tanding Timnas Indonesia Grup E Pra-Piala Dunia 2014
Jumat, 29 Juli 2011
Evalusi Permainan dan Harapan ke Depan untuk Timnas Garuda
![]() |
| Pemain keduabelas |
Luar biasa,
dengan persiapan yang sangat mepet (kurang lebih satu minggu) Timnas INDONESIA
mampu menjadi salah satu dari dua puluh tim terbaik di ASIA (daftar dibawah).
Carut marut di tubuh PSSI tidak membuat semangat serdadu-serdadu garuda kendur.
Pergantian pelatih yang dikhawatirkan bakal membuat Timnas memburuk, tidak
terbukti. Dibawah dukungan sekitar 70ribu supporter (kata komentator di TV ) semangat
Garuda di dada terbang tinggi.
Senin, 12 Juli 2010
(Guyonan Suroboyoan # 2)Mendua Gara Gara Piala Dunia
Sumar pas enak-enak nontok bal-balan Piala Dunia ndhik tv, moro-moro bojone ngeriwuki "Cak, lampu terase pedhot, tulung pasangno sing anyar po'o".
"Masang lampu ?!!!. Koen kiro aku iki PLN ta...!!! " jare Sumar muring-muring.
"Yo wis lek gak gelem, ngene ae cak, tulung benakno kran banyu ndhik jeding po'o cak, eman banyune amber-amber" takok bojone maneh.
"Mbenakno kran ?!!!. Koen kiro aku iki PDAM ta ...!!! " jare Sumar ambek menteleng.
"Lengo gase yo entek pisan Cak, lek sampeyan tuku rokok aku tulung tukokno pisan po'o cak.."
"Dikandani jek nambeng ae arek iki, koen kiro aku iki PERTAMINA ta..!!! " Sumar tambah mangkel.
Mergo mangkel diriwuki terus, Sumar minggat nontok bal-balan ndhik omahe koncone.
Mulih jam loro isuk, Sumar kaget terase wis padhang. Pas wisuh ndhik jeding banyune yo wis gak amber maneh. Sumar yo ndhelok lek jerigen lengo gase wis diisi full.
Isuk’e Sumar takok ambek bojone sopo sing nulungi.
"Ngene lo Cak, mari sampeyan minggat mau, aku nuangis ndhik ngarep omah. Mari ngono onok arek lanang ngguanteng teko. De'e takok opoko kok nangis. Aku yo cerito lek lampuku pedhot, kranku bocor, lengo gasku entek, bojoku purik. Lha de'e nawakno kate nulungi cumak onok sarate.... " bojone cerito.
"Opo sarate ?" Sumar mulai curiga.
"Sarate iku aku isok milih, nggawekno roti utowo nglencer karo de'e " jare bojone.
"Lha terus kon gawekno roti opo..? " Sumar takok maneh.
"Nggawekno roti ?!!!. Sampeyan kiro aku iki Pabrik Roti ta !!!..."
"Masang lampu ?!!!. Koen kiro aku iki PLN ta...!!! " jare Sumar muring-muring.
"Yo wis lek gak gelem, ngene ae cak, tulung benakno kran banyu ndhik jeding po'o cak, eman banyune amber-amber" takok bojone maneh.
"Mbenakno kran ?!!!. Koen kiro aku iki PDAM ta ...!!! " jare Sumar ambek menteleng.
"Lengo gase yo entek pisan Cak, lek sampeyan tuku rokok aku tulung tukokno pisan po'o cak.."
"Dikandani jek nambeng ae arek iki, koen kiro aku iki PERTAMINA ta..!!! " Sumar tambah mangkel.
Mergo mangkel diriwuki terus, Sumar minggat nontok bal-balan ndhik omahe koncone.
Mulih jam loro isuk, Sumar kaget terase wis padhang. Pas wisuh ndhik jeding banyune yo wis gak amber maneh. Sumar yo ndhelok lek jerigen lengo gase wis diisi full.
Isuk’e Sumar takok ambek bojone sopo sing nulungi.
"Ngene lo Cak, mari sampeyan minggat mau, aku nuangis ndhik ngarep omah. Mari ngono onok arek lanang ngguanteng teko. De'e takok opoko kok nangis. Aku yo cerito lek lampuku pedhot, kranku bocor, lengo gasku entek, bojoku purik. Lha de'e nawakno kate nulungi cumak onok sarate.... " bojone cerito.
"Opo sarate ?" Sumar mulai curiga.
"Sarate iku aku isok milih, nggawekno roti utowo nglencer karo de'e " jare bojone.
"Lha terus kon gawekno roti opo..? " Sumar takok maneh.
"Nggawekno roti ?!!!. Sampeyan kiro aku iki Pabrik Roti ta !!!..."
4 Pemain Cetak Gol yang Sama, Muller Sabet Gelar Top Skorer, Mengapa.?
Jerman masih mendapatkan hadiah hiburan di Piala Dunia 2010 setelah Thomas Muller terpilih sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus menjadi pemain muda terbaik di turnamen sepakbola dunia empat tahunan yang berlangsung di Afrika Selatan ini.
Sebetulnya tercatat ada empat nama yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2010 dengan torehan lima gol. Selain Muller, pemain yang mengoleksi lima gol pada edisi tahun ini adalah David Villa, Wesley Sneijder, dan Diego Forlan.
Namun FIFA mempunyai regulasi dalam menentukan pencetak gol terbanyak jika ada kesamaan jumlah gol. Berdasarkan regulasi FIFA di Piala Dunia ini, jumlah assist menjadi perhitungan. Jika masih sama, maka jumlah menit penampilan sang pemain pun diperbandingkan. Pemain dengan catatan waktu lebih sedikit dinilai lebih unggul.
Muller telah memberikan assist tiga kali kepada rekannya untuk mencetak gol. Sedangkan Villa dan Sneijder masing-masing tercatat memberikan assist sebanyak satu kali. Dengan demikian, Muller berhak mendapatkan sepatu emas. Sedangkan Villa di tempat kedua, karena jumlah menit penampilannya lebih sedikit dibandingan Sneijder.
Prestasi Muller ini menyamai seniornya, Miroslav Klose, yang tampil sebagai top skorer di Piala Dunia 2006 dengan torehan lima gol.
Selain itu, Muller juga menyandang status pemain muda terbaik di Piala Dunia kali ini.
“Muller merupakan pemain yang paling melesat pada tahun ini. Ia baru memulai debutnya bersama tim Jerman senior pada Maret lalu, dan telah menjadi bagian penting dari tim,” demikian pernyataan tim grup studi teknik [TSG] dilansir laman resmi FIFA.
Berita Terkini Piala Dunia 2010
http://id.sports.yahoo.com/football/world-cup/news/muller-sabet-gelar-top-skorer-pemain-muda--fbintl_goal-id-173c4ed7f9d2da6b878ed0fca0219bf9.html
Sebetulnya tercatat ada empat nama yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2010 dengan torehan lima gol. Selain Muller, pemain yang mengoleksi lima gol pada edisi tahun ini adalah David Villa, Wesley Sneijder, dan Diego Forlan.
Namun FIFA mempunyai regulasi dalam menentukan pencetak gol terbanyak jika ada kesamaan jumlah gol. Berdasarkan regulasi FIFA di Piala Dunia ini, jumlah assist menjadi perhitungan. Jika masih sama, maka jumlah menit penampilan sang pemain pun diperbandingkan. Pemain dengan catatan waktu lebih sedikit dinilai lebih unggul.
Muller telah memberikan assist tiga kali kepada rekannya untuk mencetak gol. Sedangkan Villa dan Sneijder masing-masing tercatat memberikan assist sebanyak satu kali. Dengan demikian, Muller berhak mendapatkan sepatu emas. Sedangkan Villa di tempat kedua, karena jumlah menit penampilannya lebih sedikit dibandingan Sneijder.
Prestasi Muller ini menyamai seniornya, Miroslav Klose, yang tampil sebagai top skorer di Piala Dunia 2006 dengan torehan lima gol.
Selain itu, Muller juga menyandang status pemain muda terbaik di Piala Dunia kali ini.
“Muller merupakan pemain yang paling melesat pada tahun ini. Ia baru memulai debutnya bersama tim Jerman senior pada Maret lalu, dan telah menjadi bagian penting dari tim,” demikian pernyataan tim grup studi teknik [TSG] dilansir laman resmi FIFA.
Berita Terkini Piala Dunia 2010
http://id.sports.yahoo.com/football/world-cup/news/muller-sabet-gelar-top-skorer-pemain-muda--fbintl_goal-id-173c4ed7f9d2da6b878ed0fca0219bf9.html
Rabu, 07 Juli 2010
Jawaban pasti kode NC1253HZ6 dari Deddy Corbuzier, Juara Piala Dunia 2010
Di Twitter nya si Deddy Corbuzier ngepost " As promised! Here is the CLUE of the winner of FIFA WORLD CUP: NC1253HZ6 decript this code and ull know my prediction! It will correct 100%"
NC1253HZ6
= N + C + 1253 + HZ6
N=North=Utara ---> Letak negara nya di utara
C=Christianity ---> Mayoritas penduduknya (63%)
1253 = angka yg menunjukkan letak negaranya. Karena letaknya di utara, disesuaikan dengan letaknya menurut garis lintang utara.
52°-31° lintang utara.
H=Horst Köhler ---> president resmi terakhir yg dipilih melalui pemilu
Z=zurücktreten ---> artinya mengundurkan diri
6= 6 tahun
Jawabannya Jerman. Letaknya di utara, 52°-31° lintang utara. 63% penduduknya Christianity. Horst Köhler dilantik tanggal 1 juli 2004, pada pemilu 23 mei 2009, terpilih kembali menjadi president. Horst Köhler mengundurkan diri yang dalam bahasa jerman zurücktreten setelah menjabat president selama hampir 6 tahun pada tanggal 31 mei 2010.
Bagaimana menurut anda sekalian?
Kalau Jerman menang atas Argentina (sekali lagi) gw yakin ma prediksi itu!!!
PENTING! Katanya DC, negara beriklim dingin ---> JERMAN
sejak awal DC berniat menunjukan Clue yakni Frozen In Time, Deddy di kubik ES (daerah yg dingin) selama 11 jam
KUAT BANGET KALAU ITU JERMAN..
Anda PERCAYA...??????
from: postingan FB Boboth Forza Azzuri
Selasa, 06 Juli 2010
Hakim Garis Jerman-Inggris Sedih Karena Salah
Viola Kurniawati - Piala Dunia
Jakarta - Hakim garis yang "bertanggung jawab" atas kontroversi pertandingan Jerman-Inggris di babak 16 besar mengungkapkan situasi ketika tembakan Frank Lampard di menit 39 tidak diputuskan sebagai gol.
Mauricio Espinosa ikut disalahkan bersama wasit Jorge Larrionda, oleh keputusan mereka yang tidak menganggap gol tendangan keras Lampard, padahal bola cukup jauh melewati garis gawang Manuel Neuer.
Espinosa mengaku dirinya luput mengamati posisi jatuhnya bola karena terjadi begitu cepat. Ia tidak memberi isyarat terjadi gol, dan Larrionda pun melanjutkan pertandingan. Inggris kalah 1-4 dalam pertandingan tersebut.
"Itu adalah tembakan yang sangat cepat sehingga saya tidak bisa melihat dengan jelas, walaupun posisi saya tepat," ujar sang hakim garis kepada harian El Pais.
"Kami baru menyadari apa yang terjadi setelah melihat (siaran ulang) TV. Saya sangat sedih karena kami sudah mempersiapkan begitu lama untuk Piala Dunia."
Espinosa dan Larrionda akhirnya membayar kesalahannya dengan tidak lagi diikutsertakan lagi sebagai ofisial di sisa turnamen. Pria asal Uruguay ini juga telah dipulangkan oleh FIFA dari Afrika Selatan.
"Hal seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Sialnya itu terjadi pada kami. Anda hanya harus bisa menerimanya. Hidup harus jalan terus," imbuhnya.
Larrionda sendiri sewaktu melihat tayangan ulang insiden itu di ruang ganti, saat jeda babak pertama, dilaporkan sampai berseru "Oh, Tuhan!", pertanda ia menyadari kesalahannya itu.
detik.com
Mauricio Espinosa ikut disalahkan bersama wasit Jorge Larrionda, oleh keputusan mereka yang tidak menganggap gol tendangan keras Lampard, padahal bola cukup jauh melewati garis gawang Manuel Neuer.
Espinosa mengaku dirinya luput mengamati posisi jatuhnya bola karena terjadi begitu cepat. Ia tidak memberi isyarat terjadi gol, dan Larrionda pun melanjutkan pertandingan. Inggris kalah 1-4 dalam pertandingan tersebut.
"Itu adalah tembakan yang sangat cepat sehingga saya tidak bisa melihat dengan jelas, walaupun posisi saya tepat," ujar sang hakim garis kepada harian El Pais.
"Kami baru menyadari apa yang terjadi setelah melihat (siaran ulang) TV. Saya sangat sedih karena kami sudah mempersiapkan begitu lama untuk Piala Dunia."
Espinosa dan Larrionda akhirnya membayar kesalahannya dengan tidak lagi diikutsertakan lagi sebagai ofisial di sisa turnamen. Pria asal Uruguay ini juga telah dipulangkan oleh FIFA dari Afrika Selatan.
"Hal seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Sialnya itu terjadi pada kami. Anda hanya harus bisa menerimanya. Hidup harus jalan terus," imbuhnya.
Larrionda sendiri sewaktu melihat tayangan ulang insiden itu di ruang ganti, saat jeda babak pertama, dilaporkan sampai berseru "Oh, Tuhan!", pertanda ia menyadari kesalahannya itu.
detik.com
Kamis, 01 Juli 2010
Nonton Bola, Tetap Sholat Jamaah Ada Masjid Bergerak di Saudi
RIYADH (voa-islam.com): Bertepatan dengan dimulainya Piala Dunia di Afrika Selatan sebuah truk dilengkapi dengan keperluan sholat mulai melintasi jalan-jalan di ibukota, Riyadh, Arab Saudi terutama di Jalan Tahlia, yang rame dengan kafe dan restoran mewah yang sangat diminati para pemuda yang ingin menyaksikan Piala Dunia, yang sebagiannya berbenturan dengan waktu sholat.
Untuk kenyamanan pengunjung tempat-tempat yaitu bisa menggabungkan antara kesenangan menonton dengan tidak ketinggalan sholat, maka Badan Amar Ma'ruf Nahi MUngkar cabang Riyadh memutuskan untuk mempersiapkan satu truk dengan tujuan percobaan yang bisa diteruskan disebut "masjid bergerak" yang melintasi jalan penting di ibukota untuk mempromosikan syiar sholat di kalangan kaum muda.
Mobil dengan biaya sekitar 20000 dolar, menurut jurubicara Badan tersebut cabang Riyadh Turki Alshaleyl dilengkapi dengan menara yang naik secara otomatis selama sholat, di samping sejumlah keran air keluar untuk berwudu, dan karpet-karpet untuk sholat, tidak ketinggalan pula mobil tersebut disertai dengan imam sholat.
Alshaleyl menjelaskan bahwa gagasan tersebut diterapkan untuk satu jalan saja supaya bisa diperluas di bagian lain di Arab Saudi oleh Komisi Badan Amar Maruf Nahi Mungkar (polisi agama), dan menjelaskan bahwa gagasan tersebut bertepatan dengan Piala Dunia.
Minat para pemuda:
Alshaleyl menegaskan bahwa "gagasan masjid berjalan mendapatkan sambutan yang tinggi dari para pemuda lebih dari yang diharapkan yang tadinya hanya disiapkan untuk percobaan," dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan masjid-masjid ini adalah menyediakan kesempatan dan persediaan untuk shoalt tanpa ada kalimat nasihat apapun.
Dengan bahasa sederhana Alshaleyl menambahkan bahwa percobaan juga datang sebagai bab "berusaha untuk mempromosikan kepercayaan antara Badan tersebut dengan masyarakat Saudi, jauh dari gambaran yang dibayangkan oleh sebagian orang tentang Komisi tersebut bahwa misinya untuk menghentikan orang-orang yang menyelsisihi beberapa aspek syariah, melainkan diantara tugasnya adalah dakwah kepada Allah dan mencari pahala di dalamnya."
Ide ini bukanlah eksklusif bagi Badan tersebut di Riyadh saja, tapi telah didahului sebelumnya oleh sejumlah kantor-kantor dakwah yang terkait dengan Kementerian Wakaf Dakwah dan Bimbingan, Arab Saudi dua tahun lalu, ketika mereka menerapkan ide "musholla bergerak" di musim panas, terutama di daerah pesisir (Jeddah dan Dammam) yang memperoleh sambutan yang meningkat dari wisatawan lokal.
Ketika itu truk musholla bergerak berputar dari waktu shalat Ashar sampai shalat subuh, tapi gagasan ini meskipun berhasil belum disahkan oleh Menteri Waqaf Saudi dan tidak diteruskan setelah itu.
Tapi ini gagasan ini cocok dengan sebagian "dai yang mengharap pahala Allah" dengan mempersiapakan kendaraan mereka sendiri dengan karpet sholat, air, teko air wudhu, dan speaker, dan diawasi oleh sejumlah dai yang selalu melakukan keliling dakwah pada perkumpulan anak muda di dermaga dan pertemuan pemuda.
Mereka menyeru mereka untuk sholat ketika masuk waktunya dan menyiapkan sebuah tempat dengan karpet dan menyediakan air untuk mereka yang ingin wudhu kemudian setelah sholat mereka tausiyah singkat diikuti dengan pembagian hadiah dan kaset dakwah.
(ar/aljazeera)
Untuk kenyamanan pengunjung tempat-tempat yaitu bisa menggabungkan antara kesenangan menonton dengan tidak ketinggalan sholat, maka Badan Amar Ma'ruf Nahi MUngkar cabang Riyadh memutuskan untuk mempersiapkan satu truk dengan tujuan percobaan yang bisa diteruskan disebut "masjid bergerak" yang melintasi jalan penting di ibukota untuk mempromosikan syiar sholat di kalangan kaum muda.
Mobil dengan biaya sekitar 20000 dolar, menurut jurubicara Badan tersebut cabang Riyadh Turki Alshaleyl dilengkapi dengan menara yang naik secara otomatis selama sholat, di samping sejumlah keran air keluar untuk berwudu, dan karpet-karpet untuk sholat, tidak ketinggalan pula mobil tersebut disertai dengan imam sholat.
Alshaleyl menjelaskan bahwa gagasan tersebut diterapkan untuk satu jalan saja supaya bisa diperluas di bagian lain di Arab Saudi oleh Komisi Badan Amar Maruf Nahi Mungkar (polisi agama), dan menjelaskan bahwa gagasan tersebut bertepatan dengan Piala Dunia.
Minat para pemuda:
Alshaleyl menegaskan bahwa "gagasan masjid berjalan mendapatkan sambutan yang tinggi dari para pemuda lebih dari yang diharapkan yang tadinya hanya disiapkan untuk percobaan," dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan masjid-masjid ini adalah menyediakan kesempatan dan persediaan untuk shoalt tanpa ada kalimat nasihat apapun.
Dengan bahasa sederhana Alshaleyl menambahkan bahwa percobaan juga datang sebagai bab "berusaha untuk mempromosikan kepercayaan antara Badan tersebut dengan masyarakat Saudi, jauh dari gambaran yang dibayangkan oleh sebagian orang tentang Komisi tersebut bahwa misinya untuk menghentikan orang-orang yang menyelsisihi beberapa aspek syariah, melainkan diantara tugasnya adalah dakwah kepada Allah dan mencari pahala di dalamnya."
Ide ini bukanlah eksklusif bagi Badan tersebut di Riyadh saja, tapi telah didahului sebelumnya oleh sejumlah kantor-kantor dakwah yang terkait dengan Kementerian Wakaf Dakwah dan Bimbingan, Arab Saudi dua tahun lalu, ketika mereka menerapkan ide "musholla bergerak" di musim panas, terutama di daerah pesisir (Jeddah dan Dammam) yang memperoleh sambutan yang meningkat dari wisatawan lokal.
Ketika itu truk musholla bergerak berputar dari waktu shalat Ashar sampai shalat subuh, tapi gagasan ini meskipun berhasil belum disahkan oleh Menteri Waqaf Saudi dan tidak diteruskan setelah itu.
Tapi ini gagasan ini cocok dengan sebagian "dai yang mengharap pahala Allah" dengan mempersiapakan kendaraan mereka sendiri dengan karpet sholat, air, teko air wudhu, dan speaker, dan diawasi oleh sejumlah dai yang selalu melakukan keliling dakwah pada perkumpulan anak muda di dermaga dan pertemuan pemuda.
Mereka menyeru mereka untuk sholat ketika masuk waktunya dan menyiapkan sebuah tempat dengan karpet dan menyediakan air untuk mereka yang ingin wudhu kemudian setelah sholat mereka tausiyah singkat diikuti dengan pembagian hadiah dan kaset dakwah.
(ar/aljazeera)
Minggu, 13 Juni 2010
Gol Carlos Vela offside atau tidak ? Kami jelaskan...!!!
Anda menyaksikan pertandingan Piala dunia antara tuan rumah Afsel dengan Mexico.
Pasti anda bertanya tanya tentang gol Carlos Vela...???
Gol Carlos Vela dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko dianulir oleh wasit. Banyak dari penggila sepakbola sekaliber komentator RCTI yang bingung karena melihat jelas tidak adanya offside atau pelanggaran sebelum gol terjadi.
Salah satu peraturan paling mendasar dari FIFA mengenai offside berbunyi kurang lebih: Pemain dalam situasi menyerang tidak boleh lebih dekat dengan garis gawang tim lawan ketimbang pemain terakhir kedua tim lawan yang bertahan.
Coba saksikan video YouTube ini dan baca penjelasan sederhana kami di bawah.
Ok bila Anda telah saksikan video tersebut, coba baca penjelasan sederhana berikut:
Coba pembaca andaikan Steven Pienaar yang berdiri sendirian dekat tiang gawang adalah seorang kiper, sementara kiper Meksiko sesungguhnya Oscar Perez adalah seorang pemain belakang. Pengandaian ini hanya untuk memudahkan saja karena rata-rata penggila bola lebih terbiasa dengan situasi offside dimana kiper sebagai pemain terakhir, sedangkan dalam kasus ini, keadaan justru sebaliknya, sehingga terlihat tidak biasa.
Jadi saat bola disundul oleh Giovani dos Santos, kiper Meksiko (Oscar Perez) sebagai pemain terakhir kedua sudah terlebih dahulu maju, dan posisi Vela yang lebih dekat ke garis gawang ketimbang kiper Meksiko membuatnya berada dalam posisi offside.
Cerita mungkin berbeda bila Vela tidak menyentuh bola sama sekali, maka bila sundulan dari Santos masuk ke gawang, gol selayaknya tidak dianulir, karena Vela biar berada dalam posisi offside, tidak terlibat langsung permainan.
Atau bisa juga misalnya tendangan sudut tak sempat di sundul Santos dan bola langsung sampai kepada Vela dan menjadi gol, maka posisi Vela takkan disebut offside karena Vela menjadi orang pertama yang mengolah bola setelah tendangan sudut dilakukan.
Dapat gambarannya? :)
Jadi memang benar keputusan wasit, Carlos Vela offside, dan gol tidak sah.
Pasti anda bertanya tanya tentang gol Carlos Vela...???
Gol Carlos Vela dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko dianulir oleh wasit. Banyak dari penggila sepakbola sekaliber komentator RCTI yang bingung karena melihat jelas tidak adanya offside atau pelanggaran sebelum gol terjadi.
Salah satu peraturan paling mendasar dari FIFA mengenai offside berbunyi kurang lebih: Pemain dalam situasi menyerang tidak boleh lebih dekat dengan garis gawang tim lawan ketimbang pemain terakhir kedua tim lawan yang bertahan.
Coba saksikan video YouTube ini dan baca penjelasan sederhana kami di bawah.
Ok bila Anda telah saksikan video tersebut, coba baca penjelasan sederhana berikut:
Coba pembaca andaikan Steven Pienaar yang berdiri sendirian dekat tiang gawang adalah seorang kiper, sementara kiper Meksiko sesungguhnya Oscar Perez adalah seorang pemain belakang. Pengandaian ini hanya untuk memudahkan saja karena rata-rata penggila bola lebih terbiasa dengan situasi offside dimana kiper sebagai pemain terakhir, sedangkan dalam kasus ini, keadaan justru sebaliknya, sehingga terlihat tidak biasa.
Jadi saat bola disundul oleh Giovani dos Santos, kiper Meksiko (Oscar Perez) sebagai pemain terakhir kedua sudah terlebih dahulu maju, dan posisi Vela yang lebih dekat ke garis gawang ketimbang kiper Meksiko membuatnya berada dalam posisi offside.
Cerita mungkin berbeda bila Vela tidak menyentuh bola sama sekali, maka bila sundulan dari Santos masuk ke gawang, gol selayaknya tidak dianulir, karena Vela biar berada dalam posisi offside, tidak terlibat langsung permainan.
Atau bisa juga misalnya tendangan sudut tak sempat di sundul Santos dan bola langsung sampai kepada Vela dan menjadi gol, maka posisi Vela takkan disebut offside karena Vela menjadi orang pertama yang mengolah bola setelah tendangan sudut dilakukan.
Dapat gambarannya? :)
Jadi memang benar keputusan wasit, Carlos Vela offside, dan gol tidak sah.
Gara-Gara Begadang Nonton Bola
Posted: 11 Jun 2010 08:00 AM PDT
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Sudah dimaklumi bersama bahkan sudah jadi berita di seantero dunia, selama sebulan penuh di benua hitam Afrika diadakan event akbar empat tahunan yaitu Piala Dunia. Dari kota, pedesaan bahkan sampai di pelosok negeri, kalangan muda bahkan sampai yang sudah “sepuh” sekali pun tidak ingin menghilangkan event yang jarang-jarang ini. Acara nonton bareng pun diadakan sambil minum kopi, juga bersorak-sorak mendukung tim kesayangan. Namun acara nonton piala dunia ini kadang melalaikan dari yang wajib-wajib, bahkan inilah yang sering terjadi. Tulisan ini nantinya akan membuktikan sebagian di antaranya. Kelalaian dari yang wajib ini terjadi karena piala dunia biasa ditayangkan di atas jam 9 malam, maka sudah barang tentu banyak penonton yang begadang. Dari sinilah banyak yang akhirnya lalai dari kewajiban shalat dan lainnya.
Kewajiban Shalat Dilalaikan
Tidak jarang kita melihat saudara kita yang begadang hingga tengah malam bahkan hingga jelang waktu shubuh karena menonton bergulirnya bola selama 2×45 menit. Setelah nonton, ia bukanlah memperhatikan kewajiban shalat. Namun karena rasa kantuk yang begitu berat, shalat shubuh yang merupakan kewajiban setiap harinya dilalaikan begitu saja karena badannya butuh istirahat selepas begadang. Shalat pun ditinggalkan tanpa rasa bersalah, tanpa ada rasa berdosa. Jika seseorang tahu bahaya meninggalkan shalat, maka tentu ia tidak akan meninggalkannya. Ia tidak akan meninggalkannya meskipun satu shalat saja.
Perlu kita ketahui bahwa meninggalkan satu shalat saja itu tergolong melakukan dosa besar. Bahkan dosa besarnya bukan seperti dosa besar lainnya karena yang ditinggalkan adalah rukun islam, yang merupakan penegak bangunan islam. Sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam golongkan dosa orang yang meninggalkan shalat –secara total- sebagai dosa kekafiran. Coba kita perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257). Ini berarti orang yang meninggalkan shalat secara total telah melakukan dosa kesyirikan dan kekufuran.
Sahabat yang mulia, ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ
“Tidak ada keislaman bagi orang yang meninggalkan shalat.”[1]
Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa dosa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk kekafiran sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq,
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ
“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan seseorang kafir kecuali shalat.”[2]
Adapun jika seseorang meninggalkan satu shalat atau shalatnya bolong-bolong (kadang shalat, kadang tida), maka ia terjerumus dalam dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya sebagaimana dalam penjelasan yang telah lewat. Inilah yang jadi konsensus (ijma’) para ulama. Sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, “Para ulama tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[3]
Bagi orang-orang yang sering melalaikan shalat, kadang shalat dan kadang tidak, Syaihul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pun telah memberikan nasehat berharga yang patut direnungkan yaitu, “Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat yang lima waktu. Mereka tidak meninggalkan shalat secara total, namun mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. Orang-orang semacam ini berarti ada pada diri mereka keimanan dan kemunafikan sekaligus. Orang semacam itu tetap diperlakukan sebagai muslim secara lahiriyah seperti mereka masih tetap mendapat warisan. Hukum warisan bisa berlaku bagi orang munafik tulen, maka tentu saja lebih pantas berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.”[4]
Orang yang begadang (seperti karena nonton bola) sehingga lalai shalat shubuh sehingga bangun pagi kesiangan, bukanlah orang yang mendapat udzur. Berbeda halnya dengan orang yang sudah terbiasa shalat shubuh, lalu suatu saat ia ketiduran karena kecapekan atau alasan lainnya, maka inilah yang benar mendapat udzur. Ia tetap diperintahkan untuk shalat ketika ia ingat atau ketika ia bangun dari tidurnya. Meskipun ketika matahari sedang terbit atau matahari sudah meninggi, maka ia kerjakan shalat saat itu juga. Dalam sebuah hadits dari Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ لَيْسَ فِى النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِىءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ الأُخْرَى فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا فَإِذَا كَانَ الْغَدُ فَلْيُصَلِّهَا عِنْدَ وَقْتِهَا
“Jika seseorang ketiduran, itu bukanlah berarti ia lalai dari shalat. Yang disebut lalai adalah jika seseorang tidak mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya. Jika ketiduran, hendaklah seseorang shalat ketika ia terbangun. Jika tiba esok hari, hendaklah ia shalat tepat pada waktunya (jangan sampai telat lagi).” (HR. Muslim no. 681). Hadits ini jelas menunjukkan bahwa yang dimaksudkan seseorang boleh mengerjakan shalat ketika ia bangun tidur karena ketiduran, itu disebabkan suatu udzur. Berbeda halnya jika sudah jadi kebiasaan lembur atau begadang setiap harinya (disebabkan nonton bola atau lainnya), maka ini tentu saja bukan orang yang mendapati udzur. Wallahu a’lam.
Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah ditanya sebagai berikut.
Pertanyaan pertama: Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Dia mengaku bahwa tidur telah mengalahkannya karena dia sering lembur. Dia mengisi waktu malamnya dengan menikmati hiburan-hiburan. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini?
Pertanyaan kedua: Apakah boleh kita bermajelis dan tinggal satu atap dengan orang semacam ini? Kami sudah menasehatinya namun dia tidak menghiraukan.
Jawab:
Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari’at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm) untuk membangunkannya (di waktu shubuh).
Kita diharamkan lembur di malam hari untuk menikmati hiburan dan semacam itu. Lembur (begadang) di malam hari telah Allah haramkan bagi kita jika hal ini melalaikan dari mengerjakan shalat shubuh di waktunya atau melalaikan dari shalat shubuh secara jama’ah. Hal ini terlarang karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang begadang setelah waktu Isya’ jika tidak ada manfaat syar’i sama sekali.
(Perlu diketahui pula bahwa) setiap amalan yang dapat menyebabkan kita mengakhirkan shalat dari waktunya, maka amalan tersebut haram untuk dilakukan kecuali jika amalan tersebut dikecualikan oleh syari’at yang mulia ini.
Jika memang keadaan orang yang engkau sebutkan tadi adalah seperti itu, maka nasehatilah dia. Jika dia tidak menghiraukan, tinggalkan dan jauhilah dia.[5]
Pekerjaan Kantor pun Terabaikan
Orang yang sengaja begadang untuk nonton bola kadang juga kurang maksimal dalam mengemban tugas wajib di kantor. Gara-gara bola, ia harus memikul kantuk berat sehingga pekerjaan kantor atau dari atasan kurang maksimal ia kerjakan. Sebaik-baik orang beriman tentu saja selalu menjaga amanat yang dibebankan padanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
“Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan tidak perlu engkau membalas dengan mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Daud no. 3534, At Tirmidzi no. 1264, Ad Darimi no. 2597, Ahmad 3/414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Mata Bermaksiat dengan Melihat Aurat Orang Lain
Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan dari aurat yang haram untuk dipandang. Di antara aurat yang tidak boleh dipandang adalah aurat sesama lelaki. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ
“Seorang laki-laki janganlah melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu pula seorang wanita janganlah melihat aurat wanita lainnya.” (HR. Muslim no. 338)
Lalu manakah aurat laki-laki? Perlu diketahui, mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ
“Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.” (HR. Ahmad 2/187, Al Baihaqi 2/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan)
Jika sudah paham demikian, maka tentu saja melihat aurat pemain bola di TV yang memakai celana di atas lutut adalah suatu yang terlarang. Renungkanlah!
Waktu Jadi Begitu Sia-sia
Yang satu ini juga sudah pasti, waktu begitu sia-sia dengan menonton bola. Waktu menonton adalah 2×45 menit, ditambah lagi extra time untuk istirahat. Bagaimana lagi jika tontonan ini dilihat hampir sebulan penuh sebagaimana pada piala dunia? Coba bayangkan berapa waktu yang terbuang sia-sia dalam sebulan. Bukankah waktu luang itu adalah nikmat? Nikmat ini pun akan ditanyakan oleh Allah di manakan dimanfaatkan. Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang nikmat (yang dianugerahkan untukmu).” (QS. At Takatsur: 8). ‘Ikrimah mengatakan bahwa nikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah nikmat sehat dan waktu luang.[6] Ini berarti nikmat waktu luang pun akan ditanyakan di manakah nikmat tersebut dihabiskan.
Dari sini kita dituntut untuk memanfaatkan waktu dalam kebajikan dan bukan dalam hal yang sia-sia, tidak bermanfaat apa-apa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2318, shahih lighoirihi)
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian. Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[7]
Perlu diketahui bahwa begadang tanpa ada kepentingan dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[8] Apalagi dengan begadang dapat melalaikan dari kewajiban shalat wajib dan kewajiban pekerjaan di kantor tidak bisa maksimal. Renungkanlah dengan hati yang dalam!
Musuh Allah Jadi Idola
Yang juga penyakit parah yang menimpa para pecandu bola adalah kecintaan pada non muslim yang merupakan musuh Allah. Cobalah dilihat, manakah yang dibela ketika di antara dua klub atau negara yang bertanding, apakah yang didukung agamanya? Tidak sama sekali, yang didukung bukanlah agama. Pokoknya siapa yang lebih mahir dan lebih cantik dalam bermain itulah yang didukung. Walaupun itu musuh Allah sekalipun, itulah yang didukung, bahkan itulah yang jadi idola. Jika non muslim-lah yang dibela dan jadi idola, maka agamanya lama kelamaan pun bisa turut dibela. Padahal Allah Ta’ala berfirman,
لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (QS. Al Mujadilah: 22).
Tidakkah kita renungkan bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai dan yang dijadikan idola. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”[9] Bagaimana jika yang dicintai dan diidolakan adalah pemain bola dan itu non muslim?! Semoga bisa jadi renungan! Cintailah para Nabi, para sahabat dan orang sholih, maka engkau akan bahagia berkumpul bersama mereka.
Ini hanyalah nasehat bagi siapa yang mau menerimanya. Tentunya yang kami inginkan hanyalah kebaikan bagi saudara-saudara kami. Karena kaum muslimin satu dan lainnya punya kewajiban untuk saling menasehati. “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah” (QS. Hud: 88).
Hanya Allah yang beri taufik. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Panggang-GK, 28 Jumadits Tsani 1431 H (11/06/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Sudah dimaklumi bersama bahkan sudah jadi berita di seantero dunia, selama sebulan penuh di benua hitam Afrika diadakan event akbar empat tahunan yaitu Piala Dunia. Dari kota, pedesaan bahkan sampai di pelosok negeri, kalangan muda bahkan sampai yang sudah “sepuh” sekali pun tidak ingin menghilangkan event yang jarang-jarang ini. Acara nonton bareng pun diadakan sambil minum kopi, juga bersorak-sorak mendukung tim kesayangan. Namun acara nonton piala dunia ini kadang melalaikan dari yang wajib-wajib, bahkan inilah yang sering terjadi. Tulisan ini nantinya akan membuktikan sebagian di antaranya. Kelalaian dari yang wajib ini terjadi karena piala dunia biasa ditayangkan di atas jam 9 malam, maka sudah barang tentu banyak penonton yang begadang. Dari sinilah banyak yang akhirnya lalai dari kewajiban shalat dan lainnya.
Kewajiban Shalat Dilalaikan
Tidak jarang kita melihat saudara kita yang begadang hingga tengah malam bahkan hingga jelang waktu shubuh karena menonton bergulirnya bola selama 2×45 menit. Setelah nonton, ia bukanlah memperhatikan kewajiban shalat. Namun karena rasa kantuk yang begitu berat, shalat shubuh yang merupakan kewajiban setiap harinya dilalaikan begitu saja karena badannya butuh istirahat selepas begadang. Shalat pun ditinggalkan tanpa rasa bersalah, tanpa ada rasa berdosa. Jika seseorang tahu bahaya meninggalkan shalat, maka tentu ia tidak akan meninggalkannya. Ia tidak akan meninggalkannya meskipun satu shalat saja.
Perlu kita ketahui bahwa meninggalkan satu shalat saja itu tergolong melakukan dosa besar. Bahkan dosa besarnya bukan seperti dosa besar lainnya karena yang ditinggalkan adalah rukun islam, yang merupakan penegak bangunan islam. Sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam golongkan dosa orang yang meninggalkan shalat –secara total- sebagai dosa kekafiran. Coba kita perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257). Ini berarti orang yang meninggalkan shalat secara total telah melakukan dosa kesyirikan dan kekufuran.
Sahabat yang mulia, ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ
“Tidak ada keislaman bagi orang yang meninggalkan shalat.”[1]
Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa dosa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk kekafiran sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq,
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ
“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan seseorang kafir kecuali shalat.”[2]
Adapun jika seseorang meninggalkan satu shalat atau shalatnya bolong-bolong (kadang shalat, kadang tida), maka ia terjerumus dalam dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya sebagaimana dalam penjelasan yang telah lewat. Inilah yang jadi konsensus (ijma’) para ulama. Sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, “Para ulama tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[3]
Bagi orang-orang yang sering melalaikan shalat, kadang shalat dan kadang tidak, Syaihul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pun telah memberikan nasehat berharga yang patut direnungkan yaitu, “Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat yang lima waktu. Mereka tidak meninggalkan shalat secara total, namun mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. Orang-orang semacam ini berarti ada pada diri mereka keimanan dan kemunafikan sekaligus. Orang semacam itu tetap diperlakukan sebagai muslim secara lahiriyah seperti mereka masih tetap mendapat warisan. Hukum warisan bisa berlaku bagi orang munafik tulen, maka tentu saja lebih pantas berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.”[4]
Orang yang begadang (seperti karena nonton bola) sehingga lalai shalat shubuh sehingga bangun pagi kesiangan, bukanlah orang yang mendapat udzur. Berbeda halnya dengan orang yang sudah terbiasa shalat shubuh, lalu suatu saat ia ketiduran karena kecapekan atau alasan lainnya, maka inilah yang benar mendapat udzur. Ia tetap diperintahkan untuk shalat ketika ia ingat atau ketika ia bangun dari tidurnya. Meskipun ketika matahari sedang terbit atau matahari sudah meninggi, maka ia kerjakan shalat saat itu juga. Dalam sebuah hadits dari Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ لَيْسَ فِى النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِىءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ الأُخْرَى فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا فَإِذَا كَانَ الْغَدُ فَلْيُصَلِّهَا عِنْدَ وَقْتِهَا
“Jika seseorang ketiduran, itu bukanlah berarti ia lalai dari shalat. Yang disebut lalai adalah jika seseorang tidak mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya. Jika ketiduran, hendaklah seseorang shalat ketika ia terbangun. Jika tiba esok hari, hendaklah ia shalat tepat pada waktunya (jangan sampai telat lagi).” (HR. Muslim no. 681). Hadits ini jelas menunjukkan bahwa yang dimaksudkan seseorang boleh mengerjakan shalat ketika ia bangun tidur karena ketiduran, itu disebabkan suatu udzur. Berbeda halnya jika sudah jadi kebiasaan lembur atau begadang setiap harinya (disebabkan nonton bola atau lainnya), maka ini tentu saja bukan orang yang mendapati udzur. Wallahu a’lam.
Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah ditanya sebagai berikut.
Pertanyaan pertama: Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Dia mengaku bahwa tidur telah mengalahkannya karena dia sering lembur. Dia mengisi waktu malamnya dengan menikmati hiburan-hiburan. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini?
Pertanyaan kedua: Apakah boleh kita bermajelis dan tinggal satu atap dengan orang semacam ini? Kami sudah menasehatinya namun dia tidak menghiraukan.
Jawab:
Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari’at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm) untuk membangunkannya (di waktu shubuh).
Kita diharamkan lembur di malam hari untuk menikmati hiburan dan semacam itu. Lembur (begadang) di malam hari telah Allah haramkan bagi kita jika hal ini melalaikan dari mengerjakan shalat shubuh di waktunya atau melalaikan dari shalat shubuh secara jama’ah. Hal ini terlarang karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang begadang setelah waktu Isya’ jika tidak ada manfaat syar’i sama sekali.
(Perlu diketahui pula bahwa) setiap amalan yang dapat menyebabkan kita mengakhirkan shalat dari waktunya, maka amalan tersebut haram untuk dilakukan kecuali jika amalan tersebut dikecualikan oleh syari’at yang mulia ini.
Jika memang keadaan orang yang engkau sebutkan tadi adalah seperti itu, maka nasehatilah dia. Jika dia tidak menghiraukan, tinggalkan dan jauhilah dia.[5]
Pekerjaan Kantor pun Terabaikan
Orang yang sengaja begadang untuk nonton bola kadang juga kurang maksimal dalam mengemban tugas wajib di kantor. Gara-gara bola, ia harus memikul kantuk berat sehingga pekerjaan kantor atau dari atasan kurang maksimal ia kerjakan. Sebaik-baik orang beriman tentu saja selalu menjaga amanat yang dibebankan padanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
“Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan tidak perlu engkau membalas dengan mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Daud no. 3534, At Tirmidzi no. 1264, Ad Darimi no. 2597, Ahmad 3/414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Mata Bermaksiat dengan Melihat Aurat Orang Lain
Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan dari aurat yang haram untuk dipandang. Di antara aurat yang tidak boleh dipandang adalah aurat sesama lelaki. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ
“Seorang laki-laki janganlah melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu pula seorang wanita janganlah melihat aurat wanita lainnya.” (HR. Muslim no. 338)
Lalu manakah aurat laki-laki? Perlu diketahui, mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ
“Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.” (HR. Ahmad 2/187, Al Baihaqi 2/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan)
Jika sudah paham demikian, maka tentu saja melihat aurat pemain bola di TV yang memakai celana di atas lutut adalah suatu yang terlarang. Renungkanlah!
Waktu Jadi Begitu Sia-sia
Yang satu ini juga sudah pasti, waktu begitu sia-sia dengan menonton bola. Waktu menonton adalah 2×45 menit, ditambah lagi extra time untuk istirahat. Bagaimana lagi jika tontonan ini dilihat hampir sebulan penuh sebagaimana pada piala dunia? Coba bayangkan berapa waktu yang terbuang sia-sia dalam sebulan. Bukankah waktu luang itu adalah nikmat? Nikmat ini pun akan ditanyakan oleh Allah di manakan dimanfaatkan. Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang nikmat (yang dianugerahkan untukmu).” (QS. At Takatsur: 8). ‘Ikrimah mengatakan bahwa nikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah nikmat sehat dan waktu luang.[6] Ini berarti nikmat waktu luang pun akan ditanyakan di manakah nikmat tersebut dihabiskan.
Dari sini kita dituntut untuk memanfaatkan waktu dalam kebajikan dan bukan dalam hal yang sia-sia, tidak bermanfaat apa-apa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2318, shahih lighoirihi)
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian. Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[7]
Perlu diketahui bahwa begadang tanpa ada kepentingan dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[8] Apalagi dengan begadang dapat melalaikan dari kewajiban shalat wajib dan kewajiban pekerjaan di kantor tidak bisa maksimal. Renungkanlah dengan hati yang dalam!
Musuh Allah Jadi Idola
Yang juga penyakit parah yang menimpa para pecandu bola adalah kecintaan pada non muslim yang merupakan musuh Allah. Cobalah dilihat, manakah yang dibela ketika di antara dua klub atau negara yang bertanding, apakah yang didukung agamanya? Tidak sama sekali, yang didukung bukanlah agama. Pokoknya siapa yang lebih mahir dan lebih cantik dalam bermain itulah yang didukung. Walaupun itu musuh Allah sekalipun, itulah yang didukung, bahkan itulah yang jadi idola. Jika non muslim-lah yang dibela dan jadi idola, maka agamanya lama kelamaan pun bisa turut dibela. Padahal Allah Ta’ala berfirman,
لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (QS. Al Mujadilah: 22).
Tidakkah kita renungkan bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai dan yang dijadikan idola. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”[9] Bagaimana jika yang dicintai dan diidolakan adalah pemain bola dan itu non muslim?! Semoga bisa jadi renungan! Cintailah para Nabi, para sahabat dan orang sholih, maka engkau akan bahagia berkumpul bersama mereka.
Ini hanyalah nasehat bagi siapa yang mau menerimanya. Tentunya yang kami inginkan hanyalah kebaikan bagi saudara-saudara kami. Karena kaum muslimin satu dan lainnya punya kewajiban untuk saling menasehati. “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah” (QS. Hud: 88).
Hanya Allah yang beri taufik. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Panggang-GK, 28 Jumadits Tsani 1431 H (11/06/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Senior di Usia Muda
BASTIAN SCHWEINSTEIGER
Usianya masih 25 tahun, tapi pengalaman BASTIAN SCHWEINSTEIGER lebih tua daripada usianya. Di klubnya Bayer Munchen BASTIAN SCHWEINSTEIGER merupakan pemain paling senior saat ini. BASTIAN SCHWEINSTEIGER sudah membela FC Holiwood julukan Bayern - sejak junior.
Tak berbeda jauh di timnas Jerman. Schweini, sapaan akrabnya sudah mencatatkan 73 caps dalam lima tahun terakhir. Sebagai pemain, skill Schweini sangat komplet. Shooting, heading, hingga set piece dikuasainya termasuk bisa bermain di beberapa posisi di tengah.
Basti sapaan akrab lain SCHWEINSTEIGER sekaligus pemain dinamis yang bisa berbergerak dari sentral permainan maupun sayap. Kendati pemain dengan kaki kanan dia kerap diposisikan sebagai winger kiri. Dengan kelincahan dan visinya. Schwensteiger dianggap bakal punya peran signifikan dan semakin matang di Piala Dunia 2010 ini.
Satu sisi negatif dari Schwensteiger adalah karakternya yang dulit dikontrol. Semasa Euro 2008, dia menuai kartu merah saat melawan Krosia. Dan akhirnya Jerman takluk 1-2. Semasa Munchen ditangani Felix Magath musim 2004-2005 Schweini sempat dimasukkan dalam tim cadangan karena dianggap mbalelo.
Usianya masih 25 tahun, tapi pengalaman BASTIAN SCHWEINSTEIGER lebih tua daripada usianya. Di klubnya Bayer Munchen BASTIAN SCHWEINSTEIGER merupakan pemain paling senior saat ini. BASTIAN SCHWEINSTEIGER sudah membela FC Holiwood julukan Bayern - sejak junior.
Tak berbeda jauh di timnas Jerman. Schweini, sapaan akrabnya sudah mencatatkan 73 caps dalam lima tahun terakhir. Sebagai pemain, skill Schweini sangat komplet. Shooting, heading, hingga set piece dikuasainya termasuk bisa bermain di beberapa posisi di tengah.
Basti sapaan akrab lain SCHWEINSTEIGER sekaligus pemain dinamis yang bisa berbergerak dari sentral permainan maupun sayap. Kendati pemain dengan kaki kanan dia kerap diposisikan sebagai winger kiri. Dengan kelincahan dan visinya. Schwensteiger dianggap bakal punya peran signifikan dan semakin matang di Piala Dunia 2010 ini.
Satu sisi negatif dari Schwensteiger adalah karakternya yang dulit dikontrol. Semasa Euro 2008, dia menuai kartu merah saat melawan Krosia. Dan akhirnya Jerman takluk 1-2. Semasa Munchen ditangani Felix Magath musim 2004-2005 Schweini sempat dimasukkan dalam tim cadangan karena dianggap mbalelo.
Langganan:
Postingan (Atom)
